<p> Tibubeneng - (8/6/2018)</p> <p> Desa Adat Tandeg menyelenggarakan Upakara Piodalan di Pura Desa lan Puseh yang bertempat di Banjar Tandeg, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Senin, (4/6). Upakara ini jatuh pada hari Pemacekan Agung pawukon Soma Kliwon Kuningan yang datangnya setiap 6 bulan sekali. Dalam Upakara tersebut, sebanyak 21 orang anggota PKK menarikan Tari Rejang Renteng dengan kesungguhan dan ketulusan hati. <em>“Kami menarikan tarian ini dengan rasa tulus ikhlas, dengan kata lain ngayah”</em>, jelas Ni Nyoman Semiani selaku Ibu Kelian Banjar Dinas Tandeg.</p> <p> Tari Rejang Renteng merupakan salah satu tarian yang dipersembahkan saat upacara keagamaan di Bali. Tarian ini ditarikan sebagai wujud bakti kepada Sang Pencipta. <em>“Tarian Rejang Renteng merupakan tarian persembahan yang sekaligus menjadi sarana penghubung dengan Sang Pencipta”</em>, ujar I Wayan Suana selaku Bendesa Adat Tandeg, yang ditemui seusai Upakara Piodalan.</p> <p> Tari Rejang Renteng ditarikan oleh orang yang sudah menikah (tua). Dalam arti luas, kata tua merujuk pada gerakannya yang halus, keharmonisan antara musik dan gerakannya, kostum yang sederhana serta tidak memakai gelungan, namun hanya memakai bunga jepun dan sanggul Bali. <em>“Tarian ini merupakan tarian sakral yang hanya menggunakan kostum kebaya putih, kamen kuning, dan selendang kuning. Untuk riasan pun cukup sederhana”</em>, ujar Ni Ketut Perni (49) selaku Pelatih sekaligus Koordinator Tari Banjar Tandeg. Ia juga mengatakan bahwa setiap gerakan pada tarian ini memiliki makna tersendiri yang berhubungan dengan Sang Pencipta. (006/KIMTBB).</p>
Tari Rejang Renteng, Sebagai Wujud Bakti Kepada Sang Pencipta
08 Jun 2018